Archimedes dan Newton tak akan mengerti
Medan magnet yang berinduksi diantara kita
Tidak sebanding dengan momen cintaku
Pertama kali bayangmu jatuh tepat di fokus hatiku
Nyata, tegak, diperbesar dengan kekuatan lensa maksimum
Bagai tetes minyak milikan jatuh di ruang hampa
Cintaku lebih besar dari bilagan avogadro
Walau jarak kita bagai matahari dan Pluto saat aphelium Amplitudo gelombang hatimu berinterfensi dengan hatiku
Seindah gerak harmonik sempurna tanpa gaya pemulih
Bagai kopel gaya dengan kecepatan angular yang tak terbatas Energi mekanik cintaku tak terbendung oleh friksi
Energi potensial cintaku tak terpengaruh oleh tetapan gaya
Bahkan hukum kekekalan energi tak dapat menandingi Hukum kekekalan cinta di antara kita
Lihat hukum cinta kita
Momen cintaku tegak lurus dengan momen cintamu
Menjadikan cinta kita sebagai titik ekuilibrium yang sempurna
Dengan inersia tak terhingga
Takkan tergoyahkan oleh impuls atau momentum gaya
Inilah resultan momentum cinta kita
HUKUM KEKEKALAN HAKIKAT CINTA
Saat pertama kuberjumpa denganmu
Kulihat mata indahmu bagaikan dua ellipsoid
Kulihat senyum manismu bagaikan grafik cosinus
Kurasakan diagonal hatiku terisi proyeksi pencerminan dirimu
Kurasakan cinta itu differensial
Dari mata turun ke hati
Tidak ada komentar:
Posting Komentar