Senin, 20 Maret 2023

Puisi Matematika

Ragaku terus berotasi disini tapi serasionalnya aku ingin pergi pergi dan takkan pernah ku tengok lagi karena perih terlanjur mensubstitusi

di tempat ini hitam mendominasi di tempat ini kelam mengeliminasi bagai relasi tanpa fungsi baga subgrup tak berpenghun

Tuhan,

sampai kapan aku dapat bertahan bertahan dari bilangan hinaan hingga merasa vektor hidup ini nyaman

Tuhan

bantu elemen temukan himpunan himpunan yang dapat menghargai hingga elemen dapat tersenyum kembali

wahai penguasa hati

definisikan aku keikhlasan agar aku tahu cara bersabar mengharap setetes liner kebahagian

atau teoremakan aku kebencian agar tak kenal fungsi memaafkan

Puisi cinta fisika

Archimedes dan Newton tak akan mengerti

Medan magnet yang berinduksi diantara kita

Tidak sebanding dengan momen cintaku

Pertama kali bayangmu jatuh tepat di fokus hatiku

Nyata, tegak, diperbesar dengan kekuatan lensa maksimum

Bagai tetes minyak milikan jatuh di ruang hampa

Cintaku lebih besar dari bilagan avogadro

Walau jarak kita bagai matahari dan Pluto saat aphelium Amplitudo gelombang hatimu berinterfensi dengan hatiku

Seindah gerak harmonik sempurna tanpa gaya pemulih

Bagai kopel gaya dengan kecepatan angular yang tak terbatas Energi mekanik cintaku tak terbendung oleh friksi

Energi potensial cintaku tak terpengaruh oleh tetapan gaya

Bahkan hukum kekekalan energi tak dapat menandingi Hukum kekekalan cinta di antara kita

Lihat hukum cinta kita

Momen cintaku tegak lurus dengan momen cintamu

Menjadikan cinta kita sebagai titik ekuilibrium yang sempurna

Dengan inersia tak terhingga

Takkan tergoyahkan oleh impuls atau momentum gaya

Inilah resultan momentum cinta kita

HUKUM KEKEKALAN HAKIKAT CINTA

Saat pertama kuberjumpa denganmu

Kulihat mata indahmu bagaikan dua ellipsoid

Kulihat senyum manismu bagaikan grafik cosinus

Kurasakan diagonal hatiku terisi proyeksi pencerminan dirimu

Kurasakan cinta itu differensial

Dari mata turun ke hati